Rangkaian LED Sederhana

Lampu LED memiliki banyak ragam dan aplikasi. Berbeda dengan lampu konvensional, LED memerlukan pembatas arus resistor dan pemasangannya tidak boleh terbalik terhadap polaritas tegangan.

LED dan Resistor
Rangkaian LED paling sederhana adalah sebuah LED dan sebuah resistor R dihubungkan secara seri.
Besarnya nilai resistor R akan memengaruhi intensitas cahaya yang dihasilkan dan mencegah LED putus karena kelebihan arus.
Rumusnya
R = (Voltage supply – LED Voltage rating) / LED max current

Sebagai contoh LED memiliki voltage forward = 3.3V dan Imax = 20 mA. Akan diberkan voltage supply = 12V. Maka resistor R yang diperlukan adalah
R = (12 – 3.3) /0.02 = 435 Ohm
Kamu bisa menggunakan resistor 470 Ohm yang umum tersedia di pasaran.

Dibawah adalah rangkaian LED paling sederhana

Kamu bisa bereksperimen dengan mengganti nilai resistor lebih besar dari 470 Ohm mengetahui intensitas cahaya yang dihasilkan.

Rangkaian LED Paralel

Sekarang siapkan dua buah LED dengan ukuran sama. baik, umumnya tegangan jatuh LED (forward voltage) kisaran 1.8 sampai 3.3 Volt tergantung pada warna yang dihasilkan. Kenapa warna? Frekuensi warna berbeda-beda yang membuat gap sambungan semikonduktor juga berbeda. Gap inilah yang membuat perbedaan tegangan jatuh. Pada LED warna biru, tegangan jatuh bisa mencapai 3 sampai 3.3 Volt.

Dibawah adalah rangkaian LED paralel

Daripada pusing, kita pukul rata saja 3.3 Volt sebagai forward voltage. Ketika 2 LED dihubungkan paralel, forward voltage tidak bertambah naum arus yang dibutuhkan menjadi 2 kali.

Dengan tegangan supply 12 Volt, maka resistor R yang diperlukan adalah

R = 12 V – 3.3 / (0.02 + 0.02) Ohm = 217.5 Ohm, gunakan nilai 230 Ohm.