Mengenal DeciBell Yang Membingungkan

Istilah deciBell atau disingkat dB sering digunakan dalam pengukuran audio. Pertamakali diperkenalkan dalam pengukuran power sinyal telepon oleh perusahaan Bell System di AS awal abad 20. Nama Bell sendiri merupakan penghargaan terhadap penemu telepon Alexander Graham Bell.

Satu Bell setara dengan sepersepuluh dB. DeciBell merupakan skala sama seperti mega, kilo, desi, centi dan mili digunakan dalam pengukuran suara atau audio dikarenakan pendengaran manusia sangat sensitif. Pernahkah kamu mendengarkan orang berbisik dengan sangat pelan dan disaat berbeda kamu bisa mendengarkan suara mesin jet di bandara yang memiliki tingkat berisik berjuta-juta kali lebih keras dari orang berbisik.

Skala desiBell paling rendah adalah 0 dB yang berarti tanpa suara, kemudian suara menjadi 10 kali lebir kuat maka nilainya menjadi 10 dB. Ketika suara bertambah kuat menjadi 100 kali maka ia bernilai 20 dB, bukan 100 dB. Demikian seterusnya jika suara diperkuat menjadi 1,000 kali lebih keras maka yang terukur adalah 30 dB, bukan 1,000 dB. Skala dalam decibel tidak bergerak linear berbeda dengan skala linear lainnya seperti kilo, centi, mili.

Tentunya penulisan angka dalam skala deciBell menjadi lebih pendek. Desibel adalah penulisan dalan bahasa Indonesia.

Berikut tingkat kebrisikan suara yang dikutip dari howstuffworks.com
Tanpa suara = 0 dB
Berbsik = 15 dB
Percakapan normal = 60 dB
Meisn potong rumput = 90 dB
Klakson mobil = 110 dB
Konser musik rock atau suara mesin jet = 120 dB
Suara tembakan atau petasan = 140 dB

Lebih jauh tentang deciBell atau dB

Dalam deciBell menhitung penguatan atau pelemahan sebuah sinyal diberi tanda plus (+) untuk penguatan dan minus (-) untuk pelemahan. Jika sebuah output terukuran +3dB terhadap sinyal input, maka penguatan output sebanyak 3dB. Sebaliknya, jika -3dB maka pelemahan sinyal output terhadap input sebesar 3dB.

Rumus dasar perhitungan deciBell (dB)

Penguatan daya (dB) = 10 log (Pout/Pin)
Penguatan tegangan (dB) = 20 log(Vout/Vin)
Penguatan arus (dB) = 20 log (Iout/Iin)

Log menggunakan basis 10.

Penggunaan skala deciBell diperluas untuk terapan lain sebagai referensi

dBm, dB untuk power dimana 0 dBm berarti 1 mWatt pada beban 600 ohm.
dBW, dB untuk power 0 dBW berarti 1 Watt
dBf, juga untuk power dimana 0 dBf setara dengan 1 femtowatt.
dBV, mengacu pada tegangan efektif 0 dBV setara 1 Vrms dan tidak terpengaruh pada beban.
-10dBV sama dengan 0.316 Vrms

dBu mengacu pada tegangan 0.775 Vrms setara dengan 0 dBu
+4 dBu bagi pengguna audio setara dengan 1.23 Vrms

DIN Scale merupakan skala yang digunakan Jerman dan Austria menggunakan +6 dBu sebagai level referensi untuk 0 dB yang ekivalen 1.55 Vrms.

Jadi deciBell cukup membingungkan

 

Bersambung…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*