Suara Juga Perlu Lensa Akustik

Acoustic Lens – Setiap frekeunsi suara memiliki perayapan berbeda-beda. Frekuensi rendah memiliki sebaran perayapan suara melebar sehingga nada bass cenderung mudah menyelimuti ruang.

Berbeda dengan nada frekuensi tinggi yang memiliki pola perayapan sempit dan arah sebarannya cenderung segaris dengan sumber suara. Sebagai contoh anggaplah kotak speaker kamu belum memiliki lensa akustik ketika kamu mendengarkan musik dari sebuah kotak speaker yang sedang bergetar, maka jika kamu berada tepat ditengah akan mendapat nada frekuensi dengan sempurna. Hal berbeda ketika kamu bergeser kesamping akan terjadi perubahan level nada treble, namun tidak terjadi pada nada bass.

Terlebih pada nada rendah di bawah 100Hz, memiliki pola mendekati omni directional dimana tingkatan suara tidak berpengaruh terhadap sudut dengar pengguna.

Lensa akustik bukanlah hal baru dan sudah diterapkan pada tahu 1940-an walaupun masih diterapkan pada tweeter horm daya besar untuk auditorium, bioskop dan teater. Lensa akustik tidak terlalu populer untuk penggunaan rumahan yang memiliki daya output lebih rendah. Pada tahun 1980, engineer Sansui, Mr. Teijo K., mulai menerapkan pada sistem tweeter loudspeaker rumahan. Menurutnya walaupun kebanyakan jarak antara pendengar dan speaker tidak lebih dari 3 meter, tetap saja ada nada frekuensi tinggi yang memiliki pola penyebaran terlalu tajam seperti frekuensi diatas 8KHz sering mengacaukan stereo image pendengar ketika bergeser bahkan hanya memalingkan telinga mereka.

Tanpa lensa akustik, pendengar harus terpaku pada suatu titik dengar dan pengaturan letak sudut kotak speaker harus diperhitungkan. Dengan lensa akustik, perubahan sudut dengar (30 derajat ke kiri atau ke kanan) tidak akan merubah stereo image (bayangan stereo).

Sebenarnya apa itu lensa akustik? Lensa akustik adalah lempengan-lempengan atau sirip-sirip yang terbuat dari bahan kaku (biasanya logam) yang disusun sedemikian rupa agar suara terbias seperti sebuah lensa cekung kaca yang membiaskan sebuah sinar yang datang. Dengan beberapa eksperimen, kamu juga bisa mendesain lensa akustik menggunakan alumunium lembaran.

Sumber: Majalah AudioVideo

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*